ima orang pergi ke sebuah hutan,mereka merencanakan
untuk berkemah di hutan itu.Kelima orang yaitu Vita,Opai,Jeri,Rozak dan
Casi.Perjalanan mereka menelusuri jalan setapak yang ditumbuhi oleh pohon-pohon
yang lurus.Dalam perjalanan,mereka ditemani oleh seorang juru kunci setempat
bernama Pak Kadir.Ditengah perjalanan,perhatian mereka teralihkan oleh sebuah
batu besar,namun herannya diatas batu besar tersebut diletakan sesajen.
Vita,Opai,Jeri,Rozak
dan Casi terpaku pada sesajen diatas itu. “Itu adalah sesajen orang kampung
sini yang sering memberikannya,tidak apa-apa. Mari,ke kiri sini” kata Pak
Kadir. Disaat perjalanan,tiba-tiba Jeri melihat sosok perempuan mengenakan
selendang merah,memakai kebaya hijau,dan kain batik samar-samar dibalik
rerumputan.Jeri memejamkan mata lalu mengusap-usap matanya,memastikan apa yang
dilihatnya,namun perempuan itu tiba-tiba menghilang.”Mungkin halusinasi
saja”,kata Jeri dalam hati.
Akhirnya,mereka
pun tiba dititik mereka akan mendirikan tenda.Pak Kadir pun pamit dan akan
menyusul mereka esok hari. “Bapak pamit dulu ya,dik.Besok jam tiga bapak jemput
kalian.Tolong pesan bapak diingat,di sebelah utara ada rawa,jangan pernah kesana.Kalau
mau buang air,sebaiknya izin dulu”,Pesan Pak Kadir kepada mereka. Mereka
memperhatikan apa yang dikatakan Pak Kadir. “Iya,Pak.Kalau boleh tahu,mengapa
kami dilarang kesana?”,tanya mereka. “Lebih baik jangan,itu saja,mohon
dituruti” ucap Pak Kadir sedikit menekankan.Tak lama,Pak Kadir pun mulai
berjalan pulang sambil membenarkan sarung di pundaknya. Dengan sedikit
terburu-buru,Rozak mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. “Ini pak,mohon
diterima” ucap Rozak sambil menyodorkan sejumlah uang kepada Pak Kadir. “Ayo
kita cari kayu bakar,sebelum malam tiba” ,ajak Opai. Jeri yang lesu setelah
mendirikan tenda,perlahan berdiri dan berjalan mengikuti mereka.Malam pun Tiba.
Diterangi
bulan purnama dan hangati oleh kobaran api unggun,tiba Opai memegang perutnya.
“Ngape
lo?” tanya Jeri
“Mules
gue,Jer” sahut Opai
“Hahahaha,kirain
apa” tanya Casi
“Jer,temenin
yok” ajak Opai
“Gile
lo ya,mau setor aja ngajak-ngajak”
jawab Jeri
Akhirnya Opai pergi untuk buang air sendirian.Ketika
Opai sedang buang hajat,terdengar
suara perempuan sedang besenandung.Di sisi kanan pohon terlihat sosok wanita
cantik dengan pandangan fokus melihat ke arah Opai.Segeralah Opai
bebersih,dengan perasaan penasaran diam diam dia mengikuti perempuan
itu.Ternyata perempuan itu bergerak menuju ke rawa yang dilarang oleh Pak
Kadir.Perlahan,wanita itu melepaskan pakaian dari selendang hingga kebayanya
lalu berjalan ke dalam rawa hingga terendam.Dibasuhnya tubuhnya dengan tangan
nya yang lembut dari pundak hingga bagian depan tubuhnya.
Sementara
Opai mengintip wanita itu dibalik semak,dia terpukau dengan kemolekan tubuh
gadis itu.Tiba-tiba wanita itu berbalik dan membuat Opai terkejut hingga
terjatuh ke belakang.
”Bang,sedang apa? Ayo ikut
aja sama aku”.ucap wanita itu
“Maaf,mbak,saya tidak
sengaja”.sahut Opai
Sang wanita menghampiri Opai,dibelainya wajah Opai
dengan jari nya yang lembut sambil berbisik di telinga Opai “Ayo,ikut
Mandi”.Perlahan dia melepaskan baju Opai lalu bercumbulah mereka.Opai lupa
dengan pesan yang disampaikan Pak Kadir bahwa dia dan teman-temannya dilarang
untuk mendatangi rawa di sebelah utara itu.Di rawa itu,ditumbuhi oleh pohon
bambu yang menjulang tinggi sehingga dapat membuat Opai terlena oleh seorang
wanita cantik di hadapannya.Tanpa sadar,perlahan lahan Opai tenggelam di dalam
rawa tersebut bersama seorang wanita cantik berselendang merah.
Vita,Casi
dan Jeri sedang asik besenda gurau di dekat api unggun sementara Jeri sudah
tertidur.
“Eh eh,kok si Opai lama bener ya”.Ucap Vita membuka
pembicaraan.
“Lah iya,gue
juga baru sadar”. kata Casi
“Halah,tu anak paling lagi semedi,bentar lagi juga
balik”. timpal Jeri
“Tapi ini udah lama bener loh,Jer.Lo bangunin Rozak gih”.balas Vita.
Akhirnya Jeri berdiri lalu membuka tenda Rozak dan
membangunkannya.
“Zak,Zak.Banguin
oi,si Jeri kagak ada”. ucap Jeri
“Apa
sih,oi. ngantuk gue,Jer. balas Rozak
“Ayo
cari Opai” ajak Jeri
“Kalian
aja sana,gue ngantuk berat”.sahut
Rozak
Jeri akhirya keluar tenda dan memberi tahu yang lain
bahwa Rozak tidak ikut mencari si Opai.Dalam perjalanan,mereka terus teriak
memanggil manggil Opai dan tanpa sengaja,Jeri menendang sesajen.
“
Ahh,apaan ini”. kata Jeri
“Ini
rupanya sesajen yang diberikan warga sekitar” kata Casi.
Opai
sedang bercumbu dengan wanita berselendang merah itu.Dibelai rambutnya,dilihat
tangannya ada darah yang sudah mengental.Mata Opai melotot terkejut,di ujung
rawa terlihat banyak orang yang tampak hanya sampai mata saja.Mata nya berwarna
putih dan berkulit putih pucat,membuat Opai makin gemetar ketakutan.Perlahan dia
menoleh ke kiri dan melihat wajah wanita itu.Ternyata wajah wanita itu penuh
darah dan banyak belatung yang keluar dari wajahnya.Opai pun berteriak dan
terjatuh ke dalam rawa,dia melihat banyak orang yang mengerikan dengan mulut
terbuka.Dia pun kehabisan nafas seolah ada yang menariknya dari dalam rawa.
Sementara
Casi,Jeri dan Vita mencari Opai sambil memanggil manggil namanya,tiba-tiba jeri
mendengar sesuatu seperti orang sedang mandi di air.
“Eh eh,coba kalian dengar ndak?.Seperti ada yang maian air ya”. kata Jeri.
“Mana ada sungai didekat sini”. Kata Vita menegaskan.
“Coba dulu kalian dengar”. Jeri menegaskan.
“Halah udahlah,paling elu halu,Jer”. Sahut Vita.
“Udahlah kalian ini,ayo kita cari lagi,nanti keburu
hilang”. ajak Casi.
Mereka terus berjalan mencari dan tanpa sadar,Jeri
terpisah dari mereka.
“Lah mana mereka?
Cas..,Ta…,Jer…Woi jangan bercanda ditengah hutan woi,gak lucu”. Teriak Jeri
mencari mereka.
Jeri mendengar suara wanita tertawa
“hi..hi..hi..hi”,terperanjtalah dia sambil mencari sumber suara itu.Dia
pandangi semua pohon disekitarnya,dengan kepala melihat keatas.Badan gemetar
hampir lemas,jantung berdetak cepat,air mata perlahan mengalir.Karena
takut,akhirnya Jeri berlari ketakutan hingga kaki nya tersungkur dan tertusuk
batang kayu,ia berteriak meminta tolong namun tidak ada yang mendengar.Dari
sudut depan terlihat wanita berselendang merah sedang berdiri memperhatika
Jeri. Jeri pun teriak meminta tolong kepada wanita itu,namun wanita itu
perlahan menghilang. Jeri terus berusaha merangkak meninggalkan tempat
itu,namun ia langsung pingsan.
Keesokan
harinya,ia ditemukan oleh Vita,Casi,Rozak dan Pak Kadir serta warga sekitar.
Ternyata Jeri telah menghilang selama tujuh hari dan semuanya mencarinya
kemana-mana.Akhirnya Jeri ditandu ke unit penyelamat dibantu oleh Casi,Lita dan
Rozak.Sedangkan jasad Opai ditemukan oleh warga tujuh hari kemudian.Kondisi
jasad Opai sudah membusuk dan sekarang,termpat itu sudah menjadi bekas gudang
di dekat perumahan.