Minggu, 18 September 2022

Lampung 2007


A

ku bersama keluargaku ,kami pulang dari perantauan.Di Batam bapakku berhenti dari perusahannya dan memutuskan untuk pulang ke Lampung.Kebetulan bapakku ada yang menawarkan rumah lumayan besar.Rumah lama lumayan besar.Konon katanya,karena sengketa rumah itu menjadi kosong,gratis pula.Tanpa pikir panjang,bapak langsung sepakat untuk menempati rumah itu suatu hari.

            Rabu malam,aku,bapakku dan dua adikku langsung pindah dengan membawa barang seadanya.Satu bulan setelah kami pindahan lagi dari desa ke kota (nama desa yang kutempati adalah Desa Talang Sari),sekitar jam tiga menuju 4 sore soalnya sudah mulai terbenam,kami berberes seadanya belum rapi sekali,dirumah itu terdapat dua kamar dan satu ruangan menuju sumur.Aku menata kasur lipat untuk tempatku tidur,pintu kamrku tidak ada daunnya dan akupun tidak sanggup untuk sekedar memasang gorden guna menutupi kamarku.

            Wahhh,lelah sekali,kugelar kasur lipatku dan kurebahkan tubuh lelahku diatasnya.Tiba-tiba muncul sosok tinggi besar,berkepala besar dan hitam didepan pintu.Mataku terbelalak seakan keluar,mulutku tertahan untuk berteriak,nafas tertahan,jatung berdetak kecang,perut terasa keras. “A…aaa.aa” mencoba membaca ayat kursi,lidahku seperti dikunci,kukedipkan mata langsung hilang sosok itu.Bapakku berteriak “Ada apa,Put?” sambil berjalan ke belakang menuju kamarku.Mengambil gelas dan memberikanku minum.

            “Nih,minum dulu”.

            “Ada apa?”

            “Ada orang besar berdiri disana”

            “Makanya,sebelum tidur itu do’a dulu”

            “Udah tadi” jawabku

            Hari berganti,ibuku sudah pulang dari Tanjung Karang.Malampun tiba, “Tok” “Tok” “Tok” (suara pintu diketuk) Aku terbangun lalu membangunkan bapakku. “Pak,ada orang ketuk-ketuk”.Dalam hati kuberkata “Siapa?” namun tiada jawaban. ‘Tok,Tok,Tok’ ingin kubukakan pintu namun ditahan oleh bapakku,akupun menunduk dan terlungkup melihat celah dibawah pintu kamarku.Benar saja,ada yang mengetuk ketuk pintu kamarku namun tidak ada orangnya.Langsung bapakku menyuruhku untuk segera tidur,aku berkata pada bapakku bahwa aku mau tidur didepan saja.

            Suatu malam,aku tidur di ruang tamu,di meja ruang tamu ada botol mineral berisi setengah air tiba-tiba berbunyi ‘Tek,Tek,Tek’,akupun tebangun dan perlahan-lahan membuka mataku. Tenyata botol minum itu ada yang memainkan,namun tidak ada orangnya. Sambil membalikkan badanku,dalam hati kuberkata “jika nanti dia tiba-tiba berada dipunggungku bagaimana?”.Aku pun berteriak sambil menutupi wajahku dengan bantal dan berlari ke kamar. Setelah itu,tidak ada lgi hal-hal yang kutemui. Setelah aku tahu bahwa apa maksud dari kehadiran mereka,akupun menerawang apa yang terjadi di desa tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar