|
A |
ku bersama keluargaku ,kami pulang dari perantauan.Di
Batam bapakku berhenti dari perusahannya dan memutuskan untuk pulang ke
Lampung.Kebetulan bapakku ada yang menawarkan rumah lumayan besar.Rumah lama
lumayan besar.Konon katanya,karena sengketa rumah itu menjadi kosong,gratis
pula.Tanpa pikir panjang,bapak langsung sepakat untuk menempati rumah itu suatu
hari.
Rabu
malam,aku,bapakku dan dua adikku langsung pindah dengan membawa barang
seadanya.Satu bulan setelah kami pindahan lagi dari desa ke kota (nama desa
yang kutempati adalah Desa Talang Sari),sekitar jam tiga menuju 4 sore soalnya
sudah mulai terbenam,kami berberes seadanya belum rapi sekali,dirumah itu
terdapat dua kamar dan satu ruangan menuju sumur.Aku menata kasur lipat untuk tempatku
tidur,pintu kamrku tidak ada daunnya dan akupun tidak sanggup untuk sekedar
memasang gorden guna menutupi kamarku.
Wahhh,lelah
sekali,kugelar kasur lipatku dan kurebahkan tubuh lelahku diatasnya.Tiba-tiba
muncul sosok tinggi besar,berkepala besar dan hitam didepan pintu.Mataku
terbelalak seakan keluar,mulutku tertahan untuk berteriak,nafas tertahan,jatung
berdetak kecang,perut terasa keras. “A…aaa.aa” mencoba membaca ayat
kursi,lidahku seperti dikunci,kukedipkan mata langsung hilang sosok itu.Bapakku
berteriak “Ada apa,Put?” sambil berjalan ke belakang menuju kamarku.Mengambil
gelas dan memberikanku minum.
“Nih,minum
dulu”.
“Ada
apa?”
“Ada
orang besar berdiri disana”
“Makanya,sebelum
tidur itu do’a dulu”
“Udah
tadi” jawabku
Hari
berganti,ibuku sudah pulang dari Tanjung Karang.Malampun tiba, “Tok” “Tok”
“Tok” (suara pintu diketuk) Aku terbangun lalu membangunkan bapakku. “Pak,ada
orang ketuk-ketuk”.Dalam hati kuberkata “Siapa?” namun tiada jawaban.
‘Tok,Tok,Tok’ ingin kubukakan pintu namun ditahan oleh bapakku,akupun menunduk
dan terlungkup melihat celah dibawah pintu kamarku.Benar saja,ada yang mengetuk
ketuk pintu kamarku namun tidak ada orangnya.Langsung bapakku menyuruhku untuk
segera tidur,aku berkata pada bapakku bahwa aku mau tidur didepan saja.
Suatu
malam,aku tidur di ruang tamu,di meja ruang tamu ada botol mineral berisi
setengah air tiba-tiba berbunyi ‘Tek,Tek,Tek’,akupun tebangun dan
perlahan-lahan membuka mataku. Tenyata botol minum itu ada yang memainkan,namun
tidak ada orangnya. Sambil membalikkan badanku,dalam hati kuberkata “jika nanti
dia tiba-tiba berada dipunggungku bagaimana?”.Aku pun berteriak sambil menutupi
wajahku dengan bantal dan berlari ke kamar. Setelah itu,tidak ada lgi hal-hal
yang kutemui. Setelah aku tahu bahwa apa maksud dari kehadiran mereka,akupun
menerawang apa yang terjadi di desa tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar