Sabtu, 15 Februari 2025

Batam

 Batam.

    Waktu itu aku aku dititipkan di rumah teman ibuku. Dikarenakan ayahku sedang dirawat di rumah sakit, saat itu ibuku sedang mengandung adikku. Ayahku mengalami demam berdarah pada tahun tersebut terbilang penyakit yang mematikan aku dititipkan di rumah tante Ratna tidak jauh dari rumah sakit itu.

    Saat itu malam tiba di rumah tante Ratna ada tinggal bersama suami beserta adiknya dua orang yang bekerja jadi tukang ojek kebetulan malam itu temen adik tante Ade Ratna ikut menginap di di rumah tante Ratna sebut saja Om Yanto dan Om Karno sedangkan dua adik tante Ratna ialah Om Heri dan Om Henry 

    Malam telah tiba tapi aku belum tidur karena ibuku berjanji bahwa akan datang, tempat pukul 10.00 malam aku masih belum tidur. Om Heri berkata ayo tidur Ryan ayo tidur sudah malam!! Aku menggelengkan kepala "nanti Om aku masih nunggu ibu",oh iya nama saya Rian saat itu usiaku 6 tahun,Ya namanya masih kecil tiba-tiba aku tidur di depan TV karena tante-tante menyuruhku pindah ke kamar aku tidak mau bersama Om Heri Om Hendri dan Om Yanto serta Om Karno 

Kami tidur tepat di depan ruang tv. Saat itu tiba-tiba aku terbangun kok gelap sekali,Terbilang rumah tante Ratna untukku itu rumah mewah dengan jendela ruang tamu yang panjang ke bawah. Tiba-tiba mataku tertuju arah kaca jendela luar yang kubilang panjang tadi tiba-tiba ada sosok kepala berwarna biru dan mirip sekali dengan wajah ayahku. Aku perhatikan dengan perhatikan dengan sangat serius mataku fokus dengan tujuan tersebut. Iya benar itu mirip sekali dengan wajah ayahku tapi kok cuman kepala dia tetap memandangi wajahku lalu aku memanggil membangunkan Om Heri ("om om bangun Om")(oh ada apa Ian?) Om coba om lihat arah jendela sana Om kata aku, mata Meri masih berat belum fokus membuka matanya sambil dikedip-kedipkan matanya mengkerut terus membuka lebar matanya (mana lo Yan?)

    Om Heri menegaskan perkataannya kepadaku, ("itu lho Om di arah jendela Om mirip wajah ayah tapi nggak ada badannya"). Tiba-tiba wajah Om Heri pucat dan dia seperti ketakutan sekali lalu memanggil kan dua temannya dan satu saudaranya dan temannya juga pada kebingungan tidak ada yang mereka lihat tapi entah ya aku tidak tahu mereka lihat apa yang aku lihat atau tidak. Kemudian aku disuruh tidur lagi dan ditutup dengan sarung wajahku.

    Pagi-pagi aku sudah berada di kamar tante Ratna mungkin mereka yang mengangkat aku ke atas kamar itu yang aku ingat di usiaku 6 tahun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar