Rumah itu termasuk rumah
orang berada,hidup sepasang keluarga kecil yang harmonis serta ditumbuhi dengan
pohon-pohon jati yang rindang.Mereka keluarga kecil yang memiliki seorang anak
perempuan sekitar usia 10 tahun-an. Seorang istri yang cantik dengan rambut
sepundak,kulit putih berusia sekitar 27 sampai 30 tahun dengan suami yang
tampan,berpostur tinggi.Sekitar tahun 1980-an,sang ayah sudah memiliki sepeda
motor.Wajar,karena dia seorang pegawai kantor di kecamatan. Sang istri bernana
Asih,sang suami bermana Aryo,anak mereka bernama Tari.
Hari itu,mereka melakukan
rutinitas seperti biasa,setiap hari Asih dan anaknya menunggu di teras melihat
sang suami berngkat kerja.Keluar dari ruang tamu menuju ke depan,Aryo
menyiapkan motornya.
“Dah ya,Ayah berangkat dulu”. Ucap Aryo sambil
mengulurkan tangannya ke Asih dan Tari.
“Iya,yah,hati-hati”. Ucap Tari sambil tersenyum.
Kebetulan,hari itu adalah
hari Minggu,tetapi Aryo ada perlu untuk menyiapkan
berkas karena ada kunjungan dari kota.Disana ada dua
orang berandal bernama Parjo dan Warman, yang kerjanya minum-minum dan
berjudi.Saat mereka berjalan sambil bergurau,Parjo berkata kepada Warman “ Sek
Sek Sek,Tuh si Asih,istri Aryo. Lumayan cantik ya” sambil melihat dengan wajah
penuh nafsu.Namun,hal itu dilihat oleh Aryo.Selangkangan Parjo dipukul oleh
Warman,mengingatkan Parjo atas nafsunya.Dalam pikiran mereka,mereka sudah
menyusun rencana untuk memperkosa Asih.
Hari
senin,Ayo bersiap untuk berangkat ke kecamatan.
“Bu,nanti malam tidur duluan saja,kasihan kalau ibu
menungguku terlalu larut” kata Aryo.
“Iya,pak. Hati-hati dijalan” sahut Asih.
Sambil menyalakan sepeda motornya,Aryo pun pergi
meninggalkan rumah itu.Dibalik pohon,Parjo dan Warman sudah menunggu kesempatan
untuk melancarkan aksi ‘bejat’ mereka.
Malam
itu,Asih sedang menemai anaknya tidur,tiba-tiba mendengar suara pintu
diketuk.Sambil berjalan ke depan,Asih membukakan pintu,ternyata itu adalah
Warman.“Mas Warman ada apa ya?,Mas Aryo sedang ada pertemuan di luar kota,besok
saja kalau ada perlu dengan suamiku”.Tegas Asih sambil memberi isyarat kepada
Warman untuk segera pergi. Sambil memaksa masuk,Warman mendorong Asih kedalam
rumahnya dan tangannya membungkam mulut Asih. Asih pun memberontak sambil
berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Namun,tidak ada yang mendengar
terikannya dikarenakan saat itu warga desa sedang ada pertemuan di balai desa.
Tari yang sedang tertidur pun akhirnya terbangun karena mendengar suara keributan
di ruang tamu.Ternyata Warman tidak sendiri,Parjo pun ikut dalam insiden
itu.Tanpa pikir panjang,Parjo menampar Tari .
“Jangan
sakiti anakku,ambil semua harta yang kau mau tapi jangan sakiti dia!” Teriak
Asih. Namun,Warman pun berkata tanpa berpikir panjang “Aku inginkan kamu,aku
ingin memiliki kamu “. Mendengar perkataan preman itu,Asih pun
meludahinya,namun Warman naik pitam,dia menelanjangi Asih secara paksa dan
memperkosanya bergantian dengan Parjo hingga Asih tak sadarkan diri. Aksi
mereka berdua sempat terhenti karena Tari berteriak.Karena mendengar suara
teriakan Tari,Warman pun menghantam wajah Tari ke kaca jendela sehingga Tari
tewas.
“DASAR
BODOH!!” ucap Parjo
“Sudah,biarkan
saja wanita itu tergantung didepan kamarnya.
Anak
ini akan aku buang mayat nya ke sumur” kata Warman.
Hingga saat ini,kasus ini tidak pernah terungkap.Aryo
yang pulang dan melihat rumahnya besimbah darah menjadi terpukul dan depresi atas
kejadian itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar